1. Fashion
  2. Dari Hobi Gowes Jadi Ladang Cuan: AE Apparel Semarang Kebanjiran
Fashion

Dari Hobi Gowes Jadi Ladang Cuan: AE Apparel Semarang Kebanjiran

Dari Hobi Gowes Jadi Ladang Cuan: AE Apparel Semarang Kebanjiran

Sumber foto: tribunjateng/mahasiswa undip magang

Ladiestory.id - Dunia konveksi di Semarang semakin menunjukkan geliatnya, salah satunya lewat kisah inspiratif dari AE Apparel Custom Jersey, sebuah usaha jahit lokal yang sukses mengubah hobi menjadi sumber penghasilan besar.

Didirikan oleh Aisyah Setyaningrum, perempuan muda berusia 25 tahun, AE Apparel kini dikenal luas sebagai penyedia jersey olahraga dan pakaian custom yang terus kebanjiran pesanan, terutama menjelang momen-momen spesial seperti peringatan Hari Kemerdekaan.

Nama AE Apparel sendiri memiliki makna khusus, yakni inisial dari nama Aisyah dan sang suami, simbol kerja sama dalam membangun bisnis dari nol. Beralamat di Jalan Banget Prasetya 1 No. 95, Semarang, AE Apparel kini menjadi salah satu konveksi yang cukup diminati, tidak hanya oleh warga lokal, tapi juga dari luar kota hingga luar Pulau Jawa.

Aisyah menuturkan bahwa usaha ini berawal dari kecintaannya pada aktivitas bersepeda yang kemudian membawanya pada ide membuat jersey olahraga. Bekal pengalaman kerja sebelumnya di bidang konveksi pun menjadi pondasi kuat untuk memulai usahanya secara mandiri.

“Awalnya hanya usaha sampingan, tapi ternyata peminatnya terus bertambah. Apalagi banyak orang kini lebih suka jersey custom untuk komunitas atau acara tertentu,” jelas Aisyah.

Sejak berdiri pada tahun 2023, AE Apparel telah memiliki fasilitas produksi yang lengkap, mulai dari mesin jahit, mesin obras, mesin press-print, hingga alat potong bahan. Tim produksinya terdiri dari enam orang yang terbagi dalam divisi desain, printing, pemotongan, penjahitan, dan finishing.

Untuk proses pembuatan jersey, Aisyah menjelaskan dimulai dari pembuatan desain sesuai permintaan pelanggan, pencetakan desain di kertas khusus, dilanjutkan proses sublimasi (press ke kain jersey), kemudian pemotongan dan penjahitan hingga tahap akhir finishing.

“Kami utamakan kualitas dan kerapihan di setiap tahapan agar pelanggan puas,” tambahnya.

AE Apparel menerima berbagai jenis pesanan mulai dari kaos oblong katun, jaket, celana training, hingga polo shirt dan kemeja bordir, terutama dari kalangan sekolah, universitas, komunitas olahraga, hingga perusahaan.

Soal bahan baku, AE Apparel mengandalkan pasokan dari toko kain lokal di Semarang. Jika stok tidak mencukupi, mereka siap mengambil dari kota lain seperti Yogyakarta atau Bandung agar produksi tetap lancar.

Harga yang ditawarkan pun tergolong kompetitif, misalnya kaos oblong Rp 80.000 dan jersey lengan pendek Rp 85.000. Tambahan biaya dikenakan sesuai model seperti lengan panjang atau kerah.

Berbekal kualitas dan pelayanan yang konsisten, AE Apparel berhasil menjangkau pasar lebih luas hingga luar pulau. Omzet bulanannya pun tak main-main — bisa mencapai lebih dari Rp 10 juta, bahkan melonjak hingga Rp 50 juta saat musim ramai seperti Agustusan atau event olahraga.

Untuk pemasaran, AE Apparel aktif menggunakan berbagai platform digital seperti Instagram, WhatsApp, Shopee, Facebook, dan TikTok, serta mengandalkan strategi promosi dari mulut ke mulut yang efektif menarik pelanggan baru, terutama dari komunitas olahraga dan instansi.

Kisah Aisyah membuktikan bahwa dari hobi sederhana bisa lahir bisnis yang menjanjikan. Dengan semangat, pengalaman, dan strategi promosi yang tepat, AE Apparel berhasil menjelma menjadi konveksi lokal yang punya daya saing tinggi di tengah industri tekstil yang ketat.

 

Sumber artikel: jateng.tribunnews.com

 

Topics :
Artikel terlalu panjang? klik untuk rangkuman :
Bagikan Artikel
Trending